Tukang Sate Temukan Emas Dalam Bongkahan Batu


https://i2.wp.com/surabaya.detik.com/images/content/2010/04/16/473/batu4.jpg
Yanto menceritakan, batu yang mengadung emas tersebut sudah berada di bawah pohon mindi sejak 9 tahun silam. Batu itu kemudian dibawanya pulang untuk dipecah karena menghalangi mobil espass miliknya yang akan masuk ke garasi.
Ponorogo – Kebahagiaan mewarnai keluarga Yanto (50), seorang penjual sate ayam di Ponorogo, Jawa Timur. Pasalnya, sebongkah batu yang biasa dipakai untuk duduk pembeli satenya, mengandung emas yang tak ternilai harganya.

Yanto, yang tinggal di RT 1 RW 3 Desa Karangan, Kecamatan Balong ini tidak menyangka batu berukuran sekitar 80 Cm x 60 Cm ini membawa rezeki bagi keluarganya.
https://i0.wp.com/surabaya.detik.com/images/content/2010/04/16/473/batu2.jpg
Awalnya batu tersebut besar kemudian dipecah kecil menjadi 112 butir.

Saat ditemui detiksurabaya.com rumahnya, Jumat (16/4/2010), Yanto mengaku emas tersebut ditemukan sejak 30 Maret 2010 lalu. Namun, kabar penemuan itu baru menyebar di masyarakat Ponorogo, 3 hari terakhir.

Yanto menceritakan, batu yang mengadung emas tersebut sudah berada di bawah pohon mindi sejak 9 tahun silam. Batu itu kemudian dibawanya pulang untuk dipecah karena menghalangi mobil Espass miliknya yang akan masuk ke garasi.
“Sebenarnya sudah sejak 30 Maret kemarin. Saya temukan (emas,red) saat memecah batu yang saya pindah karena menghalangi mobil yang mau masuk ke garasi,” cerita Yanto.

Saat memecah batu tersebut, Yanto, tidak mengira jika akan menemukan emas di dalam batu tersebut. Saat batu tersebut hampir terbelah, dia bersama anaknya terbelalak, karena melihat warna keemasan yang tertanam di dalam batu. Di dalam batu itu dia melihat batu berwarna keemasan dengan panjang sekitar 30 cm.

https://i1.wp.com/surabaya.detik.com/images/content/2010/04/16/473/batu3.jpg
Hingga sampai saat ini, Yanto juga belum mengetahui pasti apakah batu tersebut benar-benar emas asli atau bukan.

Setelah itu, Yanto memecah batu berwarna keemasan tersebut hingga menjadi butiran kecil-kecil. “Setelah saya pecah, batu emas itu menjadi sekitar 112 butir,” ujarnya.

https://i2.wp.com/surabaya.detik.com/images/content/2010/04/16/473/batu1.jpg
Emas tersebut ditemukan sejak 30 Maret 2010 lalu. Namun, kabar penemuan itu baru menyebar di masyarakat Ponorogo, 3 hari terakhir.

Setelah itu tambahnya, batu emas tersebut disimpannya. Hingga sampai saat ini, Yanto juga belum mengetahui pasti apakah batu tersebut benar-benar emas asli atau bukan.

“Mungkin juga ini emas tua. Karena dari warnanya yang kekuning-kuningan. Bahkawa tetangga juga mengatakan kalau ini emas asli,” ujar Yanto yakin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s